Bijak Dalam Berinternet, Stop Cyber Bullying
Di era global yang canggih seperti saat ini tentunya kita tidak asing lagi dengan nama internet. Di internet apa yang kita ingin cari dapat kita akses dengan mudahnya. Dalam menjelajahi internet semua kalangan kini dengan mudahnya dapat berselancar di gaway masing – masing, mulai dari anak sekolah, remaja, dewasa hingga lanjut usia kinipun mudah dalam mengakses internet. Namun, dibalik kemudahan tersebut, muncullah tantangan yang perlu kita tanggapi serius, yaitu cyber bullying atau perundungan di dunia maya.
Cyber bullying atau perundungan di dunia maya adalah bullying dengan menggunakan tekhnologi digital biasa dilakukan di media social, platform chatting atau bahkan juga bisa di platform game. Ada beberapa tindakan yang mengarah ke bullying yaitu, menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media social, mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata – kata kasar pada kolom komentar dimedia social, meniru atau mengatas namakan seseorang, mengirim pesan yang mencam dan menjengkelkan dijejaring media social, hingga pelecehan yang dilakukan secara terus menerus. Meskipun terjadi di dunia maya namun dampak dan akibatnya sangat nyata dan bisa mempengaruhi kesehatan mental, kepercayaan diri, bahkan kehidupan sosial seseorang.
Salah satu alasan cyber bullying banyak terjadi karena adanya rasa “anomitas” artinya adalah perasaan atau kondisi di mana seseorang merasa indentitas aslinya tidak diketahui. Banyak orang merasa aman karena sembunyi di balik layar, sehingga berani dan mudahnya mengatakan hal – hal yang tidak akan mereka ucapkan secara langsung. Padahal setiap kata yang mereka tulis tetap memiliki konsekuensi dan dampak terhadap orang lain.
Pentingnya bagi kita bahwa setiap penggunaan internet ada tanggung jawab moral. Sebelum berkomentar atau mengunggah sesuatu sebaiknya kita bertanya kepada diri sendiri “Apakah yang akan aku kiri mini tidak menyakitkan orang lain?” jika jawabannya ya, sebaiknya kita tidak melakukannya agar tidak ada orang yang tersakiti oleh kita.
Selain itu, kita juga seharus dapat membangun budaya positif di era digital ini dengan cara memberikan dukungan, menyebarkan hal – hal positif yang bermanfaat dan saling menghargai perbedaan satu sama lainnya. Dengan begitu internet menjadi wadah yang aman dan nyaman untuk semua kalangan yang menjelajahinya.
Bagi korban cyber bullying jangan merasa kesepian dan sedih, segera bercerita pada tempat yang aman seperti keluarga dan teman yang dapat dipercaya agar memperingan beban yang dihadapi. Selain itu, banyak di platform media digital ada fitur untuk melaporkan dan memblokir pelaku perundungan.
Peran orang tua, guru, dan masyarakat sangatlah penting untuk mengedukasi para generasi muda tentang etika dalam berinternet. Agar tidak sesuka hati dalam bersosial media dan menjelaskan dampak – dampak yang terjadi jika melakukan hal perundungan.
Marilah kita bersama – sama menjadi pengguna internet yang lebih peduli, bijak, dan berempati. Karena disetiap balik layar itu ada manusia yang mempunyai hati yang perlu kita hargai agar kitapun dapat dihargai oleh orang lain.

